Cerita Bersejarah tentang Nabi Ibrahim dan Ismail Sewaktu Nabi Ismail mencapai usia remajanya Nabi Ibrahim a.s. mendapat mimpi bahwa ia harus menyembelih Ismail puteranya. Dan mimpi seorang nabi adalah salah satu dari cara-cara turunnya wahyu Allah , maka perintah yang diterimanya dalam mimpi itu harus dilaksanakan oleh Nabi Ibrahim.

Ketulusanya tampak dan keberaniannya untuk tetap melaksanakan qurban. Walaupun setan dan iblis selalu berusaha menggodanya, namun beliau malah melemparinya dengan batu-batu kecil, yang akhirnya termasuk dalalm prosesi pelaksanaan ibadah haji (lempar jumrah).

Hewan qurban tersebut milik orang yang berqurban atau diperbolehkan (di izinkan) baginya untuk berqurban dengannya. Maka tidak sah berqurban dengan hewan hasil merampok dan mencuri, atau hewan tersebut milik dua orang yang beserikat kecuali dengan izin teman serikatnya tersebut.

Ceramah aqiqah singkat yang menceritakan proses menyambut kelahiran bayi sering disampaikan dalam pengajian walimatul aqiqah oleh ustadz dan da’i yang diundang oleh sohibul hajat. Mendengarkan cerita lucu tentang aqiqah yang disampaikan sang ustadz memang menghibur, seperti yang dicontohkan oleh Ustadz Zainudin MZ.

Peristiwa awal adanya qurban adalah bermula kepada Nabi Ibrahim as dan keluarganya dengan pengorbanan demi pengorbanan yang di laluinya. Tidak ada pengorbanan yang lebih besar dari seorang ayah melebihi pengorbanan agar meninggalkan putra dan istri yang paling dicintainya.