Di sebuah desa terpencil, ada sebuah rumah yang sederhana. Rumah itu ditempati oleh Bapak Ali, Ibu Fatimah dan ketiga anaknya. Sehari-hari, Bapak Ali bekerja sebagai penarik becak dan Ibu Fatimah bekerja sebagai buruh cuci.

Allah Swt. menciptakan m.ia dengan bermacam-macam bentuk, agama, suku, bahasa, dan lain sebagainya. Tapi perbedaan itu lah yang membuat kita berbeda dari yang lain dan terbentuklah sikap saling menghargai.

Pemuda itu didatangkan, dan Nabi SAW telah mempersiapkan hadiah sebagaimana teman-temannya. Setelah mengucapkan salam, pemuda itu berkata, “Demi Allah, tidak ada sesuatu yang membuatku sibuk tentang utusan negeriku (sehingga aku tidak membutuhkan apapun).

Memang kita tidak kehujanan (dengan mobil yg kita punya saat ini) dan tidak pula kedinginan, tapi membosankan kan?, lagipula mobil kita juga sudah mulai tua”. Di ujung cerita, pengendara mobil mewah (akhirnya) berpapasan dengan sepasang suami istri sederhana yang berjalan di jalan yg sama.

Dibandingkan dengan 3 orang imam yang lain, imam Mazhab Syafi`e diberikan penghormatan untuk melakukan solat di Maqam yang mulia, yaitu Maqam al-Khalil Ibrahim AS dan di Hatim yang cantik serta khusus untuk beliau.

Sikap demikian dikenal dengan sebutan qanaah, yang berarti merasakan kecukupan dan kepuasan atas harta dan dunia miliknya. Orang yang qanaah hidupnya senantiasa bersyukur. Makan dengan garam akan terasa nikmat tiada terhingga, karena ia tidak pernah berpikir tentang daging yang tiada di hadapannya.

1. Pengertian Tasamuh Secara bahasa tasamuh artinya toleransi, tenggang rasa atau saling menghormati terhadap hak atau kepentingan orang lain. Sedangkan secara istilah tasamuh adalah satu sikap yang senantiasa saling menghormati dan menghargai sesama m.ia. Toleransi merupakan sebuah sikap yang sangat terpuji.