Ketika suami Rabi’ah Al Adawiyah mati, beberapa waktu kemudian Hasan Al Basri dan kawan-kawannya datang menghadap Rabi’ah. Mereka meminta izin diperkenankan masuk, mereka diperkenankan masuk. Rabi’ah segera mengenakan cadarnya, dan mengambil tempat duduk di balik tabir.

Inilah Syair kata kata bijak islami Rabiatul Adawiyah yang mengumandangkan cinta mulianya kepada Tuhan. Ia adalah tonggak agung dalam perkembangan dunia sufisme yang menandai era baru dalam tradisi spiritual islam.

Ketika suami rabi’ah Adawiyah mati, beberapa waktu kemudian Hasan Al Basri dan kawan kawannya datang menghadap Rabi’ah. Mereka meminta izin di perkenankan masuk, mereka di perkenankan masuk.

( Mahabbah – Rabiatul Adawiyah / Sufi ) Dikirim pada 18 April 2009 di Cerpen Islami Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan.

Keberadaan cerita Rabiah sebagai cerita yang menarik dan populer pada zamannya banyak disadur dalam berbagai bahasa yakni cerita rabiah Adawiyah versi Arab, cerita rabiah Adawiyah versi Melayu, termasuk bahasa-bahasa di Nusantara salah satunya adalah cerita Rabiah Adawiyah yang ditulis dalam bahasa Bugis.

Kata Bijak – Kata Cinta (Mahabbah – Rabiatul Adawiyah/Sufi) Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan.