Dua tahun kemudian kami menikah dan merajut keluarga sakinah hingga sekarang. Dalam kebahagiaanku, kebaikan almarhum ayahku tak pernah terlupakan. Hanya doa yang kupanjatkan kepada Allah, satu-satunya balas jasaku pada ayahku. Semoga doaku menjadi amal ayah yang tiada terputus.

Dengan kesadaran tersebut, akan terbangun sebuah keluarga Islami yang sakinah. Selain itu, perlu juga pemahaman ilmu agama yang jelas mengenai keluarga agar tujuan memiliki keluarga yang sakinah dapat tercapai dengan segera.

Keluarga Sakinah mawaddah Wa Rohmah Di sebuah pemukiman yang padat penduduk tingallah seorang gadis yang biasa di panggil dengan namanya yang artinya mata air syurga yaitu salsabila. Dia dibesarkan oleh paman dan bibinya yang tidak mempunyai anak dan dari keluarga yang biasa-biasa saja.

Nash di atas adalah patokan awal dalam pembinaan anak dalam keluarga. Agama Islam menjelaskan bahwa setiap anak terlahir fitrah, yakni kecenderungan untuk hanif, lurus pada agama Allah. Tak ada anak yang terlahir dalam keadaan cacat kepribadian, sampai kedua orang tuanya yang menjadikan anak itu menjadi pribadi yang bermasalah.

Tujuan Keempat : Mebina Rumah Tangga Yang Islami & Menerapkan Syari’at. Rumah tangga adalah suatu tatanan masyarakat kecil yang terdiri dari suami, istri dan anak, dan dari keluarga inilah penerapan syariat dimulai.

Menurut hadis Nabi, pilar keluarga sakinah itu ada empat (idza aradallohu bi ahli baitin khoiran dst); (a) memiliki kecenderungan kepada agama, (b) yang muda menghormati yang tua dan yang tua menyayangi yang muda, (c) sederhana dalam belanja, (d) santun dalam bergaul dan (e) selalu introspeksi.