Cerita pendek atau Cerpen adalah suatu bentuk prosa naratif fiktif yang cenderung padat dan langsung pada tujuannya. Cerpen sangatlah mengandalkan teknik-teknik sastra seperti tokoh, plot, tema bahasa, dan sudut pandang secara luas dibandingkan dengan karya fiksi yang lebih panjang.

Bahasa dalam novel pada umumnya penuh makna dan menimbulkan efek estetik. Seorang pengarang harus mampu memilih dan menggunakan kata-kata yang dapat memperkaya makna, menggambarkan objek dan peristiwa secara imajinatif, serta memberikan efek emotif bagi pembacanya.

Banyak cerita fiksi ilmiah yang berhasil sukses dengan menggunakan dunia rekaan sendiri sepenuhnya. Ketika Anda menjabarkan dunia Anda, pastikan dunia tersebut dituliskan dengan jelas dan usahakan agar para pembaca mudah untuk membayangkan dunia itu di dalam kepala mereka.

Yang membedakan teks cerita fantasi bersifat fiksi atau hanya khayalan belaka dan tidak mungkin terjadi di dunia nyata. Umumnya teks cerita fiksi ini akan berbentuk cerita pendek fantasi yang didalamnya memuat alur cerita yang terkesan memberikan khayalan semata.

Pengertian Cerita Fiksi. Fiksi merupakan sebuah kata yang berasal dari bahasa Inggris fiction yang berarti rekaan atau khayalan. Cerita fiksi berarti cerita yang tidak terjadi sebenarnya. Secara lebih luas, pengertian cerita fiksi adalah sebuah karya satra yang bersifat imajinasi atau khayalan dari penulis dan bukan kejadian yang sebenarnya.

Cerita non fiksi memiliki unsur bahasa yang umumnya baku dalam penggunaannya. Tapi teks fiksi biasanya menggunakan unsur kebahasaan berupa perumpamaan seperti metafora, metonimia, hingga simile yang bersifat eksplisit dalam menyatakan suatu hal tertentu.

Teks cerita fantasi ini pada dasarnya termasuk kedalam kategori teks narasi yang notabennya merupakan sebuah teks karangan fiksi semata yang alur atau rangkaian peristiwa umumnya menggunakan pola sebab akibat.