Yang termasuk kedalam Fiksi Non-fiksi adalah: Fiksi sejarah (Historical fiction), adalah fiksi yang dasar penulisannya merupakan sejarah. Novel ini terikat oleh fakta-fakta sejarah, tetapi fiksi ini memberikan ruang gerak untuk fiksionalitas, misalnya dengan memberitakan pikiran dan perasaan tokoh lewat percakapan.

ciri-ciri cerita fiksi. bahasa karangan cerita fiksi yaitu bersifat konotatif dan denotatif yang sangat memungkinkan menimbulkan tafsiran beragam. ditulis dengan berdasarkan imajinasi pengarang dan bersifat fiktif; cerita fiksi bisa berbentuk cerpen (cerita pendek),novel,film,komik.

Cerita Fiksi 1. Pengertian Cerita Fiksi Rismiati & Mulandari mengungkapkan bahwa cerita fiksi adalah sejenis karangan yang menceritakan peristiwa-peristiwa tertentu secara fiksi. Kanto (dalam Rismiati & Mulandari) mengatakan bahwa cerita fiksi adalah cerita tentang peristiwa-peristiwa yang menghidupkan daya khayal anak.

Teks cerita sejarah adalah teks yang di dalamnya menjelaskan dan menceritakan tentang fakta kejadian masa lalu yang menjadi asal-muasal atau latar belakang terjadinya sesuatu yang memiliki nilai kesejarahan, bisa bersifat naratif atau deskriftif.

Fiksi sejarah adalah sebuah genre kesusastraan dimana alurnya terjadi dalam sebuah setting yang berada pada masa lampau. Fiksi sejarah dapat menjadi sebuah istilah payung: meskipun umumnya digunakan sebagai sebuah sinonim untuk menyebut novel sejarah; istilah tersebut dapat ditujukan kepada karya-karya yang diaplikasikan pada karya-karya dalam format naratif lainnya, seperti karya-karya dalam …

Menurut Krismarsanti pengertian fiksi adalah karang yang berisi kisah atau cerita yang dibuat berdasarkan khayalan atau imajinasi pengarang. 2. Thani Ahmad. Menurut Thani Ahma arti fiksi adalah cerita naratif yang timbul dari imajinasi pengarang dan tidak memperdulikan fakta sejarah. 3. Henry Guntur Tarigan

Cerita naratif fiksi sejarah: Pintu rumah Galih diketuk tiga kali tepat pukul 03.00 pagi. Ia pun bergegas memakai seragam pejuang Wirabrajan yang telah ia siapkan semalam. Semua warga desa telah berkumpul dengan senyap di balai desa. Salah satu warga mengangkat tangannya, dan pasukan Wirabrajan berjalan tenang menuju Alun-alun Utara Yogyakarta.