Kumpulan cerita fiksi dari Kota Tangerang: 1. Legenda Banjir Sungai Cisadane Legenda ini mengisahkan tentang dua ekor ular penunggu Sungai Cisadane yang selalu ingin lebih unggul meski keduanya adalah kakak adik.

ciri-ciri cerita fiksi. bahasa karangan cerita fiksi yaitu bersifat konotatif dan denotatif yang sangat memungkinkan menimbulkan tafsiran beragam. ditulis dengan berdasarkan imajinasi pengarang dan bersifat fiktif; cerita fiksi bisa berbentuk cerpen (cerita pendek),novel,film,komik.

Ringkasan cerita rakyat nusantara yang kami posting di blog ini semua berasal dari legenda masyarakat yang diceritakan secara turun temurun. Kali ini kami akan bercerita mengenai legenda satu masjid yang ada di Banten.

Menurut keyakinan masyarakat, konon banjir terhebat terjadi di wilayah Tangerang Selatan. Hal ini dikarenakan, ukuran perut terbesar ular itu, tepatnya di daerah tikungan sungai Desa Lengkong, Serpong, Kota Tangerang Selatan.

Dongeng Kakak kali ini merupakan Legenda asal mula telaga Indah di daerah Banten yaitu Cikaputrian. Cerita Rakyat Pendek dari Banten Legenda Asal Mula Cikaputrian akan mengajarkan kita untuk tidak berlaku sombong dan kasar kepada orang lain.

Topi anyaman bambu khas Tangerang pernah menjadi legenda kejayaan di masa kolonial Hindia Belanda. Masyarakat Tangerang mampu membuat topi bambu dan pandan hingga menembus pasar Eropa. Bahkan topi anyaman bambu yang lazim disebut topi Boni ini, pernah menjadi simbol perlawanan petani dan rakyat Tangerang melawan ketidakadilan kolonial.

Cerita Fiksi Tentang Kota Tangerang. Berikut adalah ulasan mengenai Cerita Fiksi Tentang Kota Tangerang terbaru. Cerita merupakan sebuah peristiwa yang sudah terjadi pada jaman dahulu , dalam artian informasi tersebut dapat diperoleh dari mulut ke mulut yang bersumber dari orang-orang tua dahulu misalnya.