Kumpulan cerita fiksi dari Kota Tangerang: 1. Legenda Banjir Sungai Cisadane Legenda ini mengisahkan tentang dua ekor ular penunggu Sungai Cisadane yang selalu ingin lebih unggul meski keduanya adalah kakak adik.

Cerita fiksi tentang kota tangerang – 10066516 Si Ayub dari Teluk Naga Jero adalah jagoan betawi yang sedang ngamuk hingga membuat seisi kampung dibuat kalang kabut.

Tarian ini diiringi 13 orang yang mencirikan jumlah kecamatan di Kota Tangerang, pasalnya baru pada 2011 yang lalu diciptakan dan juga diresmikan oleh Dinas Pemuda Olahraga, Budaya, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tangerang sebagai tari Tradisional kota Industri ini.

Cerita pemerintahan ini telah berkembang di masyarakat. Cerita itu berawal dari tiga maulana yang diangkat oleh penguasa Banten pada waktu itu. Tiga Maulana kemudian mendirikan kota Tangerang itu adalah Yudhanegara, Wangsakara dan Santika.

Bila dikaitkan posisi geografis dan pemerintahan maka wilayah Banten terutama daerah Tangerang raya (Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan) merupakan wilayah penyangga bagi Jakarta.

Begitu larisnya komoditas topi anyaman bambu Tangerang, pada 1905 pegawai pemerintah kolonial Belanda (Binnenlands bestuur) Johan Ernst Jasper ikut mempromosikan dalam acara pasar malam yang digelar beberapa kota besar, seperti Batavia, semarang, dan Surabaya.