Sebagaimana yang kita ketahui bahwa kisah fiksi adalah kisah khayalan alias bukan kisah sebenarnya. Membaca dan menulis kisah semacam itu justru membuang-buang waktu.

Jawaban : Yang tepat kisah fiksi itu diperankan oleh tokoh-tokoh fiktif dalam rangkaian peristiwa yang juga fiktif hukumnya boleh jika penulis cerita fiksi bermaksud untuk menyampaikan dan memahamkan kepada pembaca pesan-pesan yang sejalan dengan syariat.

Tanya: Ustadz, bolehkah mengarang cerita fiksi, seperti cerpen, novel dll? Jawab : Para ulama kontemporer berbeda pendapat mengenai hukum membuat kisah fiksi (qashsash khayaaliyyah);Pertama, ada ulama yang mengharamkan, karena dianggap membuat kebohongan (al kadzib).

Akhir-akhir ini masyarakat muslim Indonesia disuguhi dengan menjamurnya berpuluh-puluh bahkn beratus-ratus buku berisi cerita fiksi, cerpen, atau novel berlabel "Islam".