Petani dan istrinya itu kemudian menjual telur emas itu dengan harga mahal. Dan kini mereka dapat membeli banyak barang yang mereka butuhkan. Angsa itu selalu bertelur setiap pagi maka si petani segera menjadi kaya.

Angsa lokal (Anser anser domesticus atau cygnoides Anser) yang dijinakkan angsa abu-abu (baik angsa atau angsa angsa greylag) disimpan sebagai unggas untuk daging mereka, telur, dan turun bulu sejak zaman kuno.

Siti menjadi teringat bahwa ia pernah membaca cerita fiksi tentang Angsa dan Telur Mas. Berikut cerita yang pernah di baca Siti. Cerita Angsa dan Telur Mas Aesop.

Suatu hari, seorang petani membawa seekor angsa pulang ke rumahnya Esoknya, angsa itu mengeluarkan telur emas. "Angsa ajaib," kata petani. la segera membawa telur emas itu ke pedagang emas di pasar untuk mengetahui apakah telur itu benar-benar emas.

Anehnya, sang angsa hanya bertelur satu telur emas setiap enam bulan. Petani yang rakus kehilangan kesabarannya dan membunuh angsanya berfikir ada banyak telur emas di dalam perutnya. Meskipun dia menyesal karena kebodohannya, itu sudah terlambat.

Siswa telah membaca dan memahami cerita fiksi berjudul ”Angsa dan Telur Emas”. Selanjutnya, siswa diajak untuk menjawab pertanyaan berdasarkan cerita fiksi. Guru dapat mengajak siswa untuk bertanya jawab mengenai cerita fiksi.